Belitung

Belitung, atau Belitong dulunya dikenal sebagai Billiton adalah sebuah pulau di lepas pantai timur Sumatra, Indonesia, diapit oleh Selat Gaspar dan Selat Karimata. Pulau ini terkenal dengan lada putih (Piper sp.) yang dalam bahasa setempat disebut sahang, dan bahan tambang tipe galian-C seperti timah putih (Stannuum), pasir kuarsa, tanah liat putih (kaolin), dan granit.  Kota utamanya adalah Tanjung Pandan.

 Pulau Belitung terbagi menjadi 2 kabupaten yaitu Kabupaten Belitung, beribukota di Tanjung Pandan, dan Belitung Timur, beribukota Manggar.
Penduduk Pulau Belitung terutama adalah suku Melayu (bertutur dengan dialek Belitung) dan keturunan Tionghoa Hokkien dan Hakka.


Pulau Belitung disebelah utara dibatasi oleh Laut Cina Selatan, sebelah timur berbatasan dengan selat Karimata, sebelah selatan berbatasan dengan Laut Jawa dan sebelah barat berbatasan dengan selat Gaspar. Di sekitar pulau ini terdapat pulau-pulau kecil seperti Pulau Mendanau, Kalimambang, Gresik, Seliu dan lain-lain. 

Berikut ini adalah daftar tujuan wisata alam di Belitung. Destinasi tersebut terdiri atas air terjun, sungai dan pemandian alam. Pada saat artikel ini ditulis tempat-tempat ini masih belum termasuk di dalam Tour Itinerary kami. Kami bisa menyediakan trip khusus ke tempat-tempat ini jika diperlukan.

Pulau Burung



Dari tengah laut, hijaunya pulau ini terlihat menyerupai seekor burung. Pepohonan yang rindang langsung menyambut begitu menginjakan kaki di pulau ini. Inilah Pulau Burung, salah satu pulau yang banyak dikunjungi wisatawan yang datang ke Belitung.
Tidak hanya bentuk pulau yang menyerupai seekor burung. Saat perahu yang dinaiki untuk berkeliling pulau mendekati pulau ini, pengunjung juga bisa melihat batu granit yang berbentuk seperti paruh burung menghadap ke atas. 

Berjalan-jalan di sekitar Pulau Burung menjadi salah satu hal yang mengasyikkan. Hembusan angin yang sejuk dan hijaunya pepohonan memberikan suasana kesegaran alam yang jarang didapatkan di kota-kota besar. 

Bermain air di sekitar pulau juga menjadi aktivitas menyenangkan. Ombak yang tenang dan airnya yang jernih seperti mengajak pengunjung untuk menceburkan diri dan menyatu dengan hangatnya air laut di Pulau Burung. 

Sekadar berjalan-jalan di atas pasir yang lembut sambil melihat pemandangan nelayan melakukan aktivitas di tambak ikan kerapu sekitar pulau juga menjadi alternatif pilihan aktivitas mengasyikkan di sini.  

Pulau Burung menjadi salah satu pulau yang ada di kawasan Pantai Tanjung Kelayang. Letaknya berada di antara Pulau Pegadoran dan Pulau Lengkuas.

Burung Mandi

Burung Mandi, adalah nama sebuah gunung di Timur Laut Belitung, kira-kira 18km arah Barat kota terbesar kedua Manggar. Burung Mandi merupakan tujuan wisata utama bagi masyarakat Manggar dan sekitarnya. Tempat ini sudah dikenal sejak Belanda pertama kali mendirikan pusat penambangan timah di desa Damar, desa terdekat dari Burung Mandi.

Pantai Burung Mandi sedikit berbeda dengan pantai lainnya di Pulau Belitung, selain berada di kaki gunung (lebih menyeruapai bukit) yang namanya seperti nama pantai ini yaitu "Burung Mandi", pantai ini juga tidak memiliki bebatuan granit seperti pantai-pantai di pulau Belitung pada umumnya (misalanya Pantai Tanjung Tinggi, Pantai Tanjung Kelayang, Pantai Penyabong, dll), hamparan pasir putih dan pepohonan pinus laut yang tumbuh di sepanjang pantai menambah kaindahan pantai ini.

Di sisi lain pantai ini Anda dapat melihat banyak perahu nelayan berwana-warni menghiasi Pantai Burung Mandi, perahu yang memiliki tangan kiri dan kanan ini biasa disebut masyarakat sekitar Kater, tangan-tangan perahu ini biasanya terbuat dari bambu atau pipa paralon, gunanya untuk menyeimbangkan posisi perahu saat berada di laut.
Di Pantai ini terdapat warung-warung yang menyediakan makanan dan minuman, anda bisa menikmati kuliner khas belitung seperti Gangan, ikan kerisi bakar serta makanan laut lainnya. Atau sekedar minum kelapa muda sambil menikmati suasana Pantai Burung Mandi.

Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas adalah salah satu primadona pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pulau ini merupakan satu dari ratusan pulau yang mengelilingi Pulau Belitung.
Daya tarik utama di pulau ini adalah sebuah mercusuar tua yang dibangun oleh pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1882. Hingga saat ini, mercusuar tersebut masih berfungsi dengan baik sebagai penuntun lalu lintas kapal yang melewati atau keluar masuk Pulau Belitung.

Secara spesifik, lokasi dari Pulau Lengkuas ini berada di sebelah utara Pantai Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Keindahan panoramanya yang dihiasi dengan banyaknya batu granit yang unik, pasir putih dan air laut yang jernih menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Belitung. Pulau kecil yang bisa dikelilingi dalam waktu 20 menit ini, bisa didatangi dengan perahu sewaan dari Tanjung Binga maupun Tanjung Kelayang.

Di Pulau Lengkuas, selain menikmati pemandangan pantai yang indah, biasanya pengunjung tidak akan melewatkan kesempatan menikmati pemandangan bawah laut dengan snorkeling atau diving. Di depan perairan Pulau Lengkuas, terdapat spot-spot diving yang bagus, dan terdapat pula wreck indomarine. Penjaga mercusuar juga memelihara Penyu hijau.

Karena Pulau Lengkuas tidak terlalu luas, untuk menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan, pengunjung disarankan untuk membawa persediaan air minum/air tawar serta selalu membawa pulang kembali sampah yang dihasilkan selama beraktivitas si Pulau, untuk di buang di tempat sampah di daratan Pulau Belitung

Pantai Tanjung Kalayang


Mengapa namanya Tanjung Kelayang ?

Di pantai ini kira-kira kira-kira 100 meter dari pantai. Terdapat batu-batuan granit yang berBentuk seperti pulau dan mirip seperti burung. Karena pulau ini mirip dengan burung, maka orang member nama tempat ini dengan nama Tanjung Kelayang.
Salah satu jeni burung yang banyak dijumpai di daerah ini. Ukuran dari pulau kecil itu kira-kira 50m persegi. Terlihat indah dan unik
Tanjung Kelayang merupakan semenanjung yang menjorok ke arah Utara. Dengan pulau granit batu kelayang terletak sebelah Timur, Tanjung Kelayang adalah pantai pasir putih yang membentang sepanjang beberapa kilometer. Dari Tanjung Kelayang terhampar pantai pasir putih sejauh kurang lebih 4km sampai ke Tanjung Tinggi.

Pantai sebelah Timur merupakan tempat yang baik untuk berenang, karena permukaan dasar pantai jernih dan berpasir putih. Tempat ini juga baik jika anda ingin bermain di tepi pantai karena permukaan pantai yang lebar. Pantai sebelah Timur adalah pintu masuk Tanjung Kelayang, di sini hanya ada pasir putih, tidak ada granit di pantai. Dari sana pengunjung biasanya berjalan sepanjang pantai kurang lebih 300m ke arah Utara, dimana bisa ditemukan bebatuan granit, tersebar sepanjang ujung semenanjung dan juga di permukaan laut. Salah satunya yang berbentuk seperti burung kelayang tadi. 
Sementara itu pantai sisi Barat memiliki pemandangan berbeda. Panjang pantai tidak sepanjang sisi Timur karena di sisi Barat terdapat lebih banyak batu-batu granit. Pemandangan unit dari pantai sisi Barat adalah 3 pulau kecil, kira-kira 300m dari bibir pantai. Dikombinasikan dengan bebatuan granit besar yang tersebar di permukaan laut, pemandangan di sisi Barat menjadi lebih menarik, terutama pada saat matahari terbenam. Tempat terbaik untuk menikmati pemandangan pantai sisi Barat adalah dari puncak batu-batu granit di area ujung dari semenanjung.

Tanjung kelayang merupakan juga tempat start jika anda ingin tur ke pulau-pulau kecil di sekitar tanjung kelayang, seperti pulau lengkuas, pulau burung, pulau batu berlayar. di sekitar pantai terdapat banyak perahu nelayan yang bisa disewa. Dengan jarak yang begitu dekat dari pantai, perjalanan dengan perahu kurang lebih 30 menit dan anda bisa berjalan mengitari pulau-pulau yang tidak berpenghuni itu karena sepanjang pulau dikelilingi oleh pasir putih. Jangan lupa membawa persediaan air minum dan snack karena tidak ada air minum dan tidak ada orang di pulau-pulau itu. kecuali di pulau lengkuas, kita akan mendapati penjaga mercusuar yang sangat ramah, tapi tetap walaupun pulau ini berpenghuni, mereka tidak menyediakan air minum.

Pantai Tanjung Tinggi


Pantai Tanjung Tinggi merupakan pantai berpasir putih dengan air berwarna biru yang sangat jernih. Di pantai ini terdapat banyak sekali batu-batu granit besar yang membuat pemandangan menjadi semakin indah dan unik. Batu-batu granit tersebut membuat kecantikan pantai Tanjung Tinggi semakin terpancar indah. Kebangetan!
Jumlah batu granit yang ada di pantai Tanjung Tinggi mencapai angka ratusan dengan ukuran yang variatif. Keindahan panorama di Tanjung Tinggi membuat pantai ini menjadi lokasi wisata unggulan di pulau Belitung.
Pantai Tanjung Tinggi ini diapit oleh dua semenanjung yakni tanjung Kelayang dan tanjung Pendam. Luas area pantai Tanjung Tinggi ini sekitar 80 ha. Nama Tanjung Tinggi diambil dari nama Tanjung yang artinya semenanjung. Sedangkan kata Tinggi merujuk pantai batu-batu granit yang kebanyakan memiliki ukuran yang cukup tinggi

Lokasi pantai Tanjung Tinggi tidak terlalu jauh dari pusat kota Tanjung Pandan yang merupakan ibukota kabupaten Belitung. Jaraknya hanya sekitar 31 km saja. Berada di pantai ini kita seperti di sebuah tempat baru yang asing namun seru

Panorama unik dengan batu-batu granit adalah panorama yang belum tentu bisa didapatkan di tempat lain. Karakteristik pantai seperti itu memang menjadi ciri khas pantai-pantai di Belitung. Dengan air laut yang sangat tenang dan pasir putih yang sangat lembut, siapapun akan betah berlama-lama di pantai Tanjung Tinggi. Pantai Tanjung Tinggi juga merupakan tempat yang sangat pas untuk menikmati sunset saat cuaca sedang tidak mendung.

Pantai Penyabong


Pantai Penyabong merupakan salah satu tujuan wisata yang ada di Pulau Belitung. Terletak di Dusun Batu Lubang, Desa Padang Kandis, Kecamatan Membalong, Belitung. Pantai Penyabong juga dikenal dengan nama Pantai Batu Lubang karena letaknya yang berada di Dusun Batu Lubang.

Pantai ini memiliki keindahan alam yang hampir sama dengan keindahan Pantai Tanjung Tinggi. Jika kita perhatikan pantai ini memiliki gugusan bebatuan granit yang sangat banyak bertebaran di sekitar pantai, sama hal nya dengan yang ada di pantai Tanjung Tinggi. Hanya saja yang membedakan dengan Pantai Tanjung Tinggi yaitu adanya batu granit besar yang memanjang dan menyambung satu sama lain dengan batu granit lainnya dan menjorok ke arah laut yang menyerupai dermaga alami. Selain itu terdapat pepohonan pandan Laut yang tumbuh berderet rapi di sepanjang pinggir pantai ini.

Menurut cerita masyarakat setempat, dinamakan Penyabong dikarenakan adanya gugusan bebatuan granit besar yang memanjang dan menyambung satu sama lain dengan batu granit lainnya. Makna kata penyabong sama halnya dengan menyambung. Selain itu, pantai ini juga memiliki pasir putih dengan kontur pantai yang landai, ombak laut yang sedang, air laut yang jernih dan bersih sehingga membuat pantai ini aman dan nyaman untuk berenang.

Pulau Batu Berlayar


Pulau Batu Berlayar adalah salah satu pulau yang ada di sekitar Pantai Tanjung Kelayang. Sekilas, bila kita melihat dari kejauhan, pulau ini terlihat seperti gundukan pasir yang dipenuhi batu granit.
Pulau Batu Berlayar memang terlihat unik. Di sini kita disajikan pemandangan batu-batu granit berukuran besar yang berdiri menjulang ke atas. Batu-batu ini berdiri diatas pulau berpasir putih yang lembut dan dikelilingi birunya air laut yang tenang.

Berjalan-jalan mengelilingi Pulau Batu Berlayar menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan. Memasuki celah-celah batu granit di atas pasir menjadi pengalaman yang tidak terlupakan saat berada di sini. 

Tidak hanya batu granitnya saja yang indah, keberadaan biota laut seperti ikan-ikan cantik dan bintang laut di pulau ini juga menjadi pemandangan indah yang disajikan dari pulau yang hanya 15 menit bisa kita tempuh dari Pantai Tanjung Kelayang ini.

Pulau Batu Berlayar juga memiliki keunikan tersendiri. Jika pulau ini tidak akan terlihat karena tertutup laut. Pengunjung perlu keberuntungan untuk bisa sampai ke pulau ini.
Nama Batu Berlayar sendiri konon diambil dari salah satu batu yang ada di sini yang mirip dengan layar perahu nelayan. 

Pulau Pasir Belitung



Pulau yang bisa mampu menghilangkan diri, adalah salah satu gurauan yang sering kita ceritakan dengan sahabat kami, karna pulau ini akan hilang kalau pasang air laut datang. sehingga untuk melihat pulau ini sangat tergantung pasang surut air laut. 
Pulau pasir memiliki keunikan yang khas dimana terdapat bintang laut yang besar yang jumlahnya sangat banyak. Mereka memang berduri tapi tidak beracun koq, jadi anda bisa saja memegangnya untuk sekedar bernarsis ria difoto.. 

Tidak ada batu granit dan atau apapun yang tumbuh diatas pulau ini, namun inilah keunikannya dengan kedangkalannya, ia mencerminkan jernihnya laut Belitung ini. Pasir halus dan putih yang sulit di temukan di pantai-pantai di daratan Jawa, jadi ambil kamera dan Abadikan foto anda bersama bintang laut sebanyak-banyaknya karna Pulau ini sering sekali menjadi pulau favorit sahabat-sahabat kami. Anda selanjutnya…


Museum Kata Hirata





Museum Kata didirikan pada 2010 oleh novelis Andrea Hirata. Ia juga berperan sebagai kurator. Tembok warna-warni yang di museum ini seolah mengingatkan kembali buku Laskar Pelangi yang ditulis oleh Andrea.
Di museum ini, terdapat lebih dari 200 literatur dari berbagai genre, seperti literatur musik, literatur film, literatur anak, literatur seni, hingga literatur arsitektur. Meski banyak memasukkan karya penulis luar, kearifan lokal tidak luput dihadirkan di museum ini.

Misalnya, ada sebuah ruangan di museum ini yang menyajikan informasi mengenai geografi Belitung Timur, lengkap dengan contoh bebatuan asli di tempat ini, yaitu batu satam. Di ruangan lainnya, terdapat kumpulan kata-kata asli Belitung kini berada di ambang kepunahan.

Ini merupakan museum kata yang pertama di Indonesia, dan mungkin, satu-satunya di negeri ini. “Konsep museum kata masih asing di Indonesia. Sementara di Amerika ada lebih dari 100 museum kata,” kata Andrea saat ditemui di Museum Kata, Gantung, Belitung Timur, beberapa waktu lalu.
Andrea terinspirasi The Mark Twain Boyhood Home and Museum di Hannibal, Missouri, Amerika Serikat. Pada 2010 lalu, ia mendapatkan beasiswa untuk belajar sastra di University of Iowa selama tujuh bulan.

"Ada salah satu programnya kami disuruh ke Hannibal dan kemudian mengunjungi museum kata di sana. Dari situlah, inspirasi museum kata datang kepada saya," kata pemenang pertama kategori general fiction dalam New York Book Festival 2013.

Museum ini juga sebagai pelunasan janji Andrea kepada publik. Di kala profit penjualan buku Laskar Pelangi begitu melambung, Andrea pernah berjanji bahwa ia akan mengalokasikan royalti untuk membuat sesuatu yang berbau pendidikan."Makanya, museum ini tidak memungut biaya. Siapapun gratis berkunjung ke museum ini," kata Andrea sambil menunjukkan sebagian karyanya yang dipajang di museum ini.

Padahal, kata Andrea, biaya operasional museum ini bisa mencapai Rp 10 juta per bulan. Sementara, pembangunan museum ini hampir mencapai Rp 1 miliar. Tanpa bantuan pemerintah, museum ini sangat bergantung kepada pemasukan Andrea dari hasil penjualan novel-novelnya.

“Museum ini dibangun dari dana yang berasal dari royalti yang saya dapatkan. Namun, properti dan bangunan ini bukan milik saya. Yang menarik, bagian depan bangunan ini dulunya merupakan rumah yang telah berusia 200 tahun,” kata Andrea menjelaskan.
Atas nama idealisme, Andrea memilih tidak membangun museum ini di kota besar, melainkan di kampung halamannya. Selain terasa lebih berarti, Andrea juga berniat memberdayakan orang lokal di daerahnya. Misalnya, ia mempekerjakan enam orang lokal untuk operasional museum sehari-hari.

Di bagian tengah museum yang luasnya sekitar 100x60 meter, ada kedai kopi kecil yang dinamakan “Warkop Kupi Kuli”. Warga lokal yang menjalankan usaha warkop tersebut. “Ini kopi terenak di dunia. Harus coba,” kata Andrea.

Kepeduliannya akan dunia pendidikan juga membuatnya kini banyak menghabiskan waktunya di kampung halaman. Ia kini aktif mengajar bahasa Inggris kepada anak-anak kurang mampu Belitung Timur. Halaman belakang museum disulap menjadi “sekolah”.

“Sudah ada 40 siswa, dan sudah lima tahun mereka belajar dengan saya. Rata-rata dari mereka adalah anak penambang timah,” kata Andrea.

Bagi Andrea, kurangnya akses pendidikan merupakan salah satu arti kemiskinan bagi warga Belitung Timur. “Sebanyak 85 persen lulusan SMA di Belitung Timur tidak melanjutkan sekolah,” katanya.
Lebih lanjut, Andrea mengatakan hanya 15 persen lulusan SMA yang merantau untuk kuliah di Pulau Jawa, namun yang mendapatkan pendidikan bermutu jumlahnya kurang dari sepuluh orang.

“Banyak yang bilang saya seharusnya tinggal di Jakarta saja, bahkan di New York, untuk meniti karier menulis. Tetapi saya katakan saya tidak akan meninggalkan anak-anak ini. Saya tidak akan tinggalkan mereka, seperti dulu ketika PT Timah meninggalkan rakyat Belitung begitu saja,” katanya.

Ia pun percaya bahwa mimpi dan inspirasi merupakan modal utama agar anak miskin Belitung bisa mengubah nasibnya. Namun, perlu diselarasakan dengan pendidikan. Pendidikan, kata Andrea, adalah jalan keluar dari kemiskinan.

“Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu.” – Andrea Hirata

Wisata menapak tilas Laskar Pelangi



Menjelajahi negeri laskar pelangi. Kita bisa menikmati perjalanan menuju Belitung Timur dan berkunjung ke Gantung ke tempat kejadian aktor utama laskar pelangi pernah ada.  
Jika punya cukup waktu lagi kita bisa menuju Tanjung kelumpang dan melihat keindahan pantai Punai, sebuah tempat dimana sang Lintang pernah tinggal dan betah menetap di sana. Perjalanan lalu menuju kota Manggar, di sini kita bisa singgah untuk makan siang di cafĂ© tega yang menghadap ke danau indah. Jika ada yang ingin naik boat keliling danau di situ, teman kami  telah menyediakan fasilitasnya.

Setelah itu kita akan keliling kota Manggar sebentar atau jalan-jalan ke bukit samak, tempat yang tinggi di atas bukit dengan suasana sejuk dan pandangan mata yang bisa melihat keindahan laut di ujung horizon sana. Kita bisa menyusuri sekolah dimana kehidupan aktor Sang Pemimpi pernah berlangsung di sana tepatnya di Sekolah Menengah Atas (SMA) Manggar. Anda juga bisa melihat bekas gedung peninggalan zaman Belanda dulu di sini.

Selanjutnya kita akan menuju vihara Kwan Im, dan memandang laut tempat matahari terbit di sana. Barulah kemudian kita bisa menuju bukit batu atau pantai burung mandi hingga sore hari. Anda bisa menikmati pantai yang ada di sini dan acara bebas bagi anda. Itu pun juga waktunya kadang gak cukup banyak. Selanjutnya hari menjelang malam, kita harus sudah kembali ke Tanjungpandan dan beristirahat di hotel kita, mempersiapkan keberangkatan anda besok kembali ke Jakarta. Karena anda sibuk dan banyak bisnis, kami melepaskan kepergian anda ke Jakarta. Bila anda mau menambah hari lagi, maka semuanya itu di luar dari agenda perjalanan kami, tapi hal itu tetap bisa kita negosiasikan kembali. Kebanyakan turis masih belum kepengen melepaskan keindahan pantai dari pelupuk matanya sehingga kadang mereka menambah jumlah kunjungan mereka di sini. Tidak masalah, kami masih akan selalu menemani anda sampai anda puas.

Info detail : 
Andre : 0857 1766 3577 (Call/WhatsApp)